Sinergi Penguatan Pembinaan Mualaf antara PEMULIA DD dan Masjid Lautze Cirebon

Cirebon, 14 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat sinergi pembinaan mualaf, tim Program PEMULIA Dompet Dhuafa menghadiri undangan silaturahim dan sharing kemualafan bersama Masjid Lautze Cirebon.

Da'i Ambassador

Cirebon, 14 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat sinergi pembinaan mualaf, tim Program PEMULIA Dompet Dhuafa menghadiri undangan silaturahim dan sharing kemualafan bersama Masjid Lautze Cirebon. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antarpegiat dakwah serta pembinaan mualaf.

Ustaz Muhammad Labib hadir dalam kegiatan tersebut dengan mengajak jajaran dai PEMULIA DD wilayah Kuningan yang dipimpin oleh Ustaz Ade Supriyadi. Dalam kesempatan itu, beliau hadir bersama empat dai lainnya yang turut aktif melakukan pendampingan dan pembinaan mualaf di wilayah Kuningan.

Agenda diawali dengan sesi sharing inspiratif dari seorang mualaf bernama Wildut, seorang tenaga kesehatan yang memutuskan memeluk agama Islam pada akhir tahun 2025. Dalam testimoninya, Wildut menceritakan perjalanan spiritual dan proses hijrahnya hingga akhirnya mantap menyatakan diri masuk Islam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sharing mengenai tantangan pembinaan mualaf yang dihadapi oleh Masjid Lautze Cirebon. Dalam sesi tersebut, Ustaz Labib turut membagikan pengalaman pembinaan mualaf di wilayah perkotaan, khususnya di Jabodetabek.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik mualaf di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri. Mayoritas mualaf disibukkan dengan aktivitas pekerjaan dan rutinitas harian yang padat. Namun, di sisi lain, mereka tetap membutuhkan pembinaan keislaman secara intensif guna menguatkan akidah, keimanan, dan pemahaman Islam pasca-syahadat.

Sebagai bentuk solusi, PEMULIA DD menerapkan metode “jemput bola” dengan sistem zonasi wilayah pembinaan di Jabodetabek. Melalui pendekatan tersebut, para dai memiliki wilayah dampingan masing-masing sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, jarak tempuh lebih dekat, serta interaksi dengan para mualaf dapat berlangsung lebih intensif.

Sesi sharing tersebut dilakukan bersama Ahmad Khumaini. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertukaran pengalaman dan gagasan untuk memperkuat ekosistem pembinaan mualaf yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut Harry Saputra Gani, H. M. Muhammad Ali Karim Oei, serta Abah Oting Hambali.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara lembaga pembinaan mualaf, para dai lapangan, dan tokoh masyarakat dalam menghadirkan pendampingan terbaik bagi para mualaf di berbagai wilayah.

Bagikan Konten Melalui :