Setan Dibelenggu

Sering saya dengar bahwa di bulan Ramadhan, setan dibelenggu. Saya tidak tahu informasi tersebut, apakah berdasarkan hadis atau bukan. Mohon penjelasannya dan pencerahannya, Ustaz! Untuk mengetahui jawabnnya, silakan simak knsultasi berikut!

Da'i Ambassador

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Sebentar lagi kita akan bertemu bulan Ramadan. Sebagai bagian dari umat Islam, tentunya saya sangat bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadan. 

Namun, ada yang sedikit mengganjal di benak saya. Sering saya dengar bahwa di bulan Ramadan, setan dibelenggu. Saya tidak tahu informasi tersebut, apakah berdasarkan hadis atau bukan. Pertanyaan saya:

  1. Jika itu hadis nabi, siapa perawinya dan bagaimana nilai hadis tersebut, apakah sahih atau tidak sahih alias palsu?
  2. Jika benar itu hadis, bagaimana kita memahami makna hadis tersebut? Apakah benar setan dibelenggu? Jika iya, kenapa masih banyak umat Islam yang masih saja dengan leluasa bermaksiat? Bukankah kemaksiatan itu terjadi karena godaan setan?

Demikian pertanyaan saya dan terima kasih atas pencerahannya.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam Wr Wb.

Betul sekali! Kita harus bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadan. Kegembiraan tersebut kita jadikan sebagai motivasi yang kuat untuk beribadah dengan sungguh-sungguh di bulan Ramadan.

Mengenai pertanyaan Anda, mari kita simak salah satu hadis berikut ini:


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ (رواه البخارى).

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahanam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari).

Hadis di atas disepakati kesahihannya oleh para ulama. Jika melihat teks hadisnya, bukan hanya setan yang dibelenggu pada bulan Ramadan, tetapi pintu langit (pintu surga) juga dibuka dan pintu neraka Jahanam ditutup. Lalu bagaimana makna hadis ini? Apakah hadis ini hanya bermakna majaz (kiasan), atau hakiki (makna sebenarnya)?

Para ulama mengatakan bahwa hadis di atas mempunyai dua kemungkinan makna, majaz dan hakikat.[1]

Jika dimaknai majaz:
Pintu surga dibuka sebagai gambaran bahwa pahala dari Allah di bulan Ramadan sangat melimpah sehingga menjadi motivasi bagi para hamba-Nya untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Pintu Jahanam (neraka) ditutup sebagai gambaran bahwa ampunan dan maaf dari Allah di bulan Ramadan sangat melimpah sehingga mendorong para hamba-Nya untuk banyak bertobat dan meminta ampun. Sedangkan para setan dibelenggu sebagai gambaran bahwa Allah mempersulit setan untuk menggoda para hamba-Nya di bulan Ramadan. Setan menjadi lemah karena di bulan Ramadan sebagian besar kaum muslimin sedang semangatnya beribadah dengan banyak membaca Al-Qur’an, berpuasa sebulan penuh, tarawih sebulan penuh, bersedekah, zakat fitrah dan ibadah lainnya.

Jika dimaknai secara hakikat:
Pintu surga benar-benar dibuka, pintu neraka benar-benar ditutup dan para setan benar-benar dibelenggu. Semua itu terjadi dalam rangka memuliakan bulan Ramadan. Timbul pertanyaan, jika setan benar-benar dibelenggu, mengapa masih banyak orang yang masih tidak puasa, tidak salat dan bermaksiat di bulan Ramadan? Jawabnya mudah! Mereka yang bermaksiat di bulan Ramadan adalah karena pengaruh setan masih kental di dalam diri mereka walaupun setan sedang dibelenggu.

Semoga dengan kita memahami hadis di atas, kita dapat memaksimalkan ibadah dan menjadikan diri kita semakin bertakwa kepada Allah.

Wallahu A’lam.

Foto : Freepik

___________

[1] Lihat Hadis-hadis Ramadhan, Aplikasi Pusat kajian Hadis oleh Ridwan Shaleh, Jakarta, 1443

Bagikan Konten Melalui :