Masuk Surga Karena Rahmat Allah
Pak Ustaz yang saya hormati, izinkan saya bertanya masalah hadis yang maknanya bahwa masuk surga itu bukan karena semata amal seorang hamba, tapi karena kasih sayang (rahmat) Allah. Benarkah ada hadis seperti itu dan apakah tidak bertentangan dengan beberapa ayat Al-Quran yang secara tegas mengatakan bahwa masuknya seseorang ke surga adalah karena amalnya? Simak jawabannya melalui konsultasi berikut!
Assalamu'alaikum wr wb.
Pak Ustaz yang saya hormati, izinkan saya bertanya masalah hadis yang maknanya bahwa masuk surga itu bukan karena semata amal seorang hamba, tapi karena kasih sayang (rahmat) Allah.
Saya tidak bermaksud meragukan hadis dimaksud. Saya belum terlalu paham, mengapa seorang hamba dimasukkan surga bukan karena amal kebaikannya. Bukankah Allah juga yang memerintahkan hamba-hamba-Nya melakukan ibadah dan beramal saleh. Bukankah banyak sekali ayat Al-Quran dan hadis-hadis yang mengatakan demikian.
Dan tentunya amal saleh yang kita lakukan akan dibalas oleh Allah dengan pahala. Dan juga kita mengetahui bahwa nanti semua amal kita ditimbang. Siapa yang berat timbangan amal kebaikannya, tentu dia akan masuk surga.
Sekali lagi, yang membuat saya bingung adalah memaknai hadis bahwa masuk surga itu karena rahmat Allah yang bisa saja orang menganggap sangat kontradiktif dengan ayat tentang konsep pahala yang berkorelasi dengan surga.
Semoga Pak Ustaz berkenan memberikan pemahaman kepada saya.
Terima kasih.
Wassalam.
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Wr Wb.
Hadis yang dimaksud adalah:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ.
“Dari Jabir berkata: Aku mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku kecuali karena rahmat dari Allah." (HR. Muslim).
Ada juga hadis lain yang redaksinya sedikit berbeda, yaitu:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَحَدٍ يُدْخِلُهُ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ فَقِيلَ وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي رَبِّي بِرَحْمَةٍ.
“Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidak ada seorang pun yang dimasukkan surga oleh amalnya." Dikatakan: Tidak juga Tuan, wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Tidak juga aku, kecuali bila Rabbmu melimpahkan rahmat padaku." (HR.Muslim).
Begitu juga dengan hadis berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَارِبُوا وَسَدِّدُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يُنْجِيَهُ عَمَلُهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْتَ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ>
“Dari [Jabir] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersikaplah pertengahan, istiqamahlah dalam perbuatan dan ucapan, ketahuilah bahwa tak ada seorang pun dari kalian yang akan diselamatkan oleh perbuatannya." Mereka berkata; Wahai Rasulullah, tidak juga engkau? Beliau menjawab: "Tidak juga aku, hanya saja Allah menganugerahiku rahmat dan karuniaNya." (HR. Ad-Darimi).
Dari tiga hadis di atas yang, esensinya sama, yaitu orang dimasukkan ke surga bukan karena amalannya semata, tapi yang menjadi pokok penyebab utamanya adalah rahmat (kasih sayang) Allah.
Untuk memahaminya, mari kita simak sebagian keterangan (komentar) Al-Imam An-Nawawi sebagai berikut:
وأما قوله تعالى : ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون وتلك الجنة التي أورثتموها بما كنتم تعملون ونحوهما من الآيات الدالة على أن الأعمال يدخل بها الجنة ، فلا يعارض هذه الأحاديث ، بل معنى الآيات : أن دخول الجنة بسبب الأعمال ، ثم التوفيق للأعمال والهداية للإخلاص فيها ، وقبولها برحمة الله تعالى وفضله ، فيصح أنه لم يدخل بمجرد العمل . وهو مراد الأحاديث ، ويصح أنه دخل بالأعمال أي بسببها ، وهي من الرحمة . والله أعلم.[1]
“Adapun firman Allah Ta‘ala: “Masuklah kalian ke dalam surga karena apa yang telah kalian kerjakan”[2] dan “Itulah surga yang diwariskan kepada kalian karena apa yang telah kalian kerjakan”[3] serta ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa amal menjadi sebab masuk surga, maka ayat-ayat tersebut tidak bertentangan dengan hadis-hadis ini. Makna ayat-ayat tersebut adalah bahwa masuk surga terjadi karena sebab amal, sementara taufik untuk beramal, hidayah untuk ikhlas di dalamnya, serta diterimanya amal tersebut terjadi dengan rahmat dan karunia Allah Ta‘ala. Dengan demikian, benar bahwa seseorang tidak masuk surga semata-mata karena amalnya saja. Inilah yang dimaksud oleh hadis-hadis tersebut. Dan juga benar bahwa seseorang masuk surga karena amal, yaitu sebagai sebabnya, dan sebab itu sendiri merupakan bagian dari rahmat Allah. Wallahu A’lam.”
Jika menyimak penjelasan Al-Imam An-Nawawi, kita memahami bahwa:
- Ayat-ayat Al-Qur’an yang secara tegas mengatakan bahwa amal merupakan penyabab masuk surga tidak bertentangan dengan hadis-hadis yang menyatakan bahwa masuk surga bukan karena amal, tetapi masuk surga disebabkan karena rahmat Allah.
- Orang bisa beramal kebaikan disebabkan karena adanya taufiq. Ikhlas untuk beramal disebabkan adanya hidayah. Diterimanya amal disebabkan karunia. Itu semua, taufik, hidayah dan karunia semuanya ada karena rahmat (kasih sayang) dari Allah.
- Jadi, andaikan orang banyak sekali amal kebaikannya, namun tidak ikhlas dan Allah tidak menerima amal kebaikannya tersebut, tentu tidak ada surga baginya.
Kami juga bisa memberikan contoh sederhana, yaitu non muslim yang kemudian masuk Islam. Baru saja syahadatain, 10 menit kemudian meninggal dan belum sempat salat atau beramal lainnya, apakah ia masuk surga?
Insya Allah sang mualaf tersebut masuk surga karena meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Walaupun belum sempat beramal, namun ia masuk surga karena ampunan Allah yang begitu besar. Ampunan dari Allah ada karena rahmat dari-Nya. Hal ini menjadi bukti bahwa masuk surga bukan semata karena amal, namun sekali lagi, karena rahmat dari Allah.
Dengan demikian, ada beberapa hikmah yang ingin kami sampaikan:
- Mintalah rahmat kepada Allah setiap kali ketika berdoa. Dengan rahmat-Nya, kita bisa beramal dengan mudah dan ikhlas agar mudah masuk surga.
- Mintalah ampunan dan husnul khatimah agar kita bisa masuk surga.
- Jangan merasa “besar kepala” dengan banyaknya amal kebaikan yang telah kita lakukan. Mintalah rahmat Allah agar amal kita diterima.
Demikian dan semoga bermanfaat,
Wallahu A’lam.
________
[1] Yahya Ibn Syaraf An-Nawawi, Shahih Muslim Bi Syarh An-Nawawi, Mu’assasah Qurthubah, Cairo, Cetakan kedua 1414 H, Juz 17, Hal. 232.
[2] Q.S. An-Nahl: 32.
[3] Q.S. Az-Zukhruf: 72.