Ingin Hajat Dikabulkan

Pernah merasa sudah berdoa, tapi hidup masih terasa buntu? Ada satu doa yang diajarkan Rasulullah AS, berasal dari doa Nabi Yunus AS saat berada dalam kesulitan yang sangat berat. Bukan sekadar dibaca, tapi ada adab, ikhtiar, dan sikap hati yang perlu menyertainya. Jangan lewatkan, simak konsultasi berikut!

Da'i Ambassador

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustaz, akhir-akhir ini saya merasa hidup sangat berat. Masalah ekonomi datang silih berganti. Penghasilan terasa tidak mencukupi, kebutuhan terus bertambah, sementara usaha yang saya lakukan belum memberikan hasil seperti yang saya harapkan.


Selain itu, hati saya juga sering gelisah. Kadang saya sulit tidur karena terlalu banyak memikirkan masa depan. Saya sudah berusaha dan berdoa, tetapi karena keadaan belum banyak berubah, terkadang muncul rasa lelah dan hampir putus asa.


Saya sadar bahwa seorang Muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Namun, dalam keadaan seperti ini saya sangat membutuhkan pegangan.


Apakah ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW berdasarkan hadis sahih yang dapat diamalkan ketika seseorang sedang berada dalam kesulitan dan berharap doanya dikabulkan Allah? Selain berdoa, apa yang sebaiknya saya lakukan? Mohon nasihatnya, Ustadz. Dan terima kasih sebelumnya.


Wassalam.


Jawaban:


 Wa’alaikumussalam Wr. Wb.


Saudaraku, semoga selalu berada dalam penjagaan Allah, kesulitan ekonomi dan kegelisahan hati memang dapat membuat seseorang merasa seolah-olah semua jalan telah tertutup. Namun, jangan sampai keadaan yang sedang dihadapi membuat kita kehilangan harapan kepada Allah.


Keadaan hari ini bukanlah ukuran tentang bagaimana keadaan kita selamanya. Allah mampu mengubah keadaan seorang hamba melalui jalan yang sebelumnya tidak pernah ia sangka. Karena itu, tetaplah berusaha dan jangan berhenti mengetuk pintu pertolongan-Nya.


 Salah satu doa yang sangat baik dibaca ketika menghadapi kesulitan adalah doa Nabi Yunus AS, yang dikenal sebagai Doa Dzun Nun, yaitu:


عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ.


"Dari Sa'd ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya (HR. At-Tirmidzi).


Mengapa Doa Ini Begitu Istimewa? Semoga Anda bersabar untuk menyimak pembahasan hadis ini lebih lanjut.


 Perhatikan bahwa Nabi Yunus AS tidak langsung mengatakan, “Ya Allah, keluarkanlah aku dari perut ikan.” Beliau justru memulai dengan tauhid:


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ


“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”


 


Kemudian beliau bertasbih (menyucikan Allah):


سُبْحَانَكَ

“Mahasuci Engkau.”


 Setelah itu beliau mengakui kekurangan dirinya:


إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


“Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”


 

Di sinilah terdapat pelajaran penting, dimana seorang hamba sedang berada dalam kesulitan, ia tidak hanya datang kepada Allah membawa permintaan, tetapi juga membawa tauhid, kerendahan hati, pengakuan atas kelemahan diri, dan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan jalan keluar.


Para ulama menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus mengandung tauhid, penyucian kepada Allah, penghambaan, serta pengakuan terhadap kekurangan diri. Karena itu, doa ini sangat sesuai dibaca ketika menghadapi kesempitan, kegelisahan, maupun berbagai kebutuhan hidup.


Setelah selesai membaca doa ini,


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ.


LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).”


Silakan Anda mengadu dan meminta hajat yang dimaksud.


 Apakah Cukup Hanya Membaca Doa Ini?


 Jawabannya tentu tidak!


Hadis tersebut jangan dipahami seolah-olah doa Nabi Yunus merupakan sebuah “rumus” yang jika dibaca beberapa kali, maka semua keinginan pasti segera terpenuhi. Doa adalah ibadah. Kita diperintahkan meminta kepada Allah, sedangkan bagaimana dan kapan Allah menjawab permohonan itu berada dalam hikmah-Nya. Karena itu, membaca doa ini hendaknya dibarengi dengan usaha memperbaiki diri dan keadaan.


 Jika persoalannya adalah ekonomi, evaluasilah pengeluaran, carilah peluang penghasilan yang halal, tingkatkan kemampuan, dan perbaiki cara berusaha. Doa dan ikhtiar bukan dua hal yang bertentangan. Seorang Muslim berdoa sambil berusaha. Dan tentunya Anda harus memperhatikannya poin-poin berikut, diantaranya:


  1. Perbanyak Taubat dan Istighfar


 Kalimat:


إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

 "Sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya."


Tentunya mengajarkan pentingnya muhasabah.


Ketika sedang menghadapi kesulitan, jangan hanya bertanya, “Mengapa Allah belum memberikan apa yang saya minta?” Tetapi tanyakan juga, “Apa yang perlu saya perbaiki di hadapan Allah?” Perbanyaklah istighfar dan taubat. Jika ada kewajiban yang dilalaikan, perbaikilah. Jika ada hak orang lain yang belum diselesaikan, tunaikanlah. Jika ada penghasilan yang diragukan kehalalannya, tinggalkanlah semampunya.


  1. Jaga Penghasilan yang Halal


Ketika sedang berusaha keluar dari masalah ekonomi, jangan karena ingin segera mendapatkan uang lalu mengambil jalan yang dilarang Allah. Carilah jalan keluar yang halal walaupun mungkin terasa lebih berat. Kita tidak sepatutnya meminta keberkahan kepada Allah sementara pada saat yang sama memasukkan sesuatu yang tidak baik ke dalam kehidupan kita.


  1. Jangan Tergesa-gesa Menilai Doa Tidak Dikabulkan


Ada orang yang telah berdoa beberapa hari atau minggu, kemudian berkata, “Saya sudah berdoa, tetapi tidak ada perubahan.” Padahal seorang hamba tidak mengetahui seluruh cara Allah menjawab doa. Boleh jadi sesuatu belum diberikan karena waktunya belum tepat. Boleh jadi Allah menjauhkan keburukan yang tidak kita ketahui. Bisa pula Allah membuka jalan melalui bentuk yang berbeda dari yang kita bayangkan. Oleh karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena jawaban belum datang sesuai waktu yang kita inginkan.


  1. Tetap Lakukan Ikhtiar Nyata dan Tawakkal (menyerahkan hasilnya kepada Allah)


 Jika Anda memiliki utang, catat seluruhnya dan susun rencana penyelesaiannya. Jika pendapatan tidak mencukupi, lihat keterampilan apa yang dapat digunakan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Jika usaha merugi, jangan hanya mengatakan “kurang doa”, periksa pula produk, harga, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Dan tentunya jangan lupa bertawakkal. Tawakal bukan berarti berhenti bergerak. Tawakal adalah melakukan sebab yang mampu kita lakukan, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.


  1. Jangan Memikul Semuanya Sendirian


Ada kalanya seseorang semakin terpuruk karena seluruh masalah disimpan sendiri. Jika kesulitan ekonomi sudah berat, berdiskusilah dengan keluarga atau orang yang dapat dipercaya. Jika kegelisahan sudah mengganggu tidur, pekerjaan, makan, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan dari orang yang kompeten. Berdoa kepada Allah tidak berarti menolak bantuan manusia. Bisa jadi bantuan manusia justru menjadi salah satu jalan yang Allah bukakan.


  1. Menjaga Amalan Utama


Jaga salat lima waktu dengan sebaik-baiknya. Perbanyak istighfar. Bacalah doa Nabi Yunus dengan memahami maknanya, bukan hanya mengulang lafaznya. Sampaikan kebutuhan kepada Allah dengan bahasa sendiri. Perbaiki sumber penghasilan dan terus lakukan langkah nyata untuk keluar dari persoalan. Dan ketika hati kembali dipenuhi kegelisahan, bacalah:


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


 LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).”


Bacalah doa ini bukan sebagai mantra, tetapi sebagai ungkapan seorang hamba yang sedang kembali dan menggantungkan harapan kepada Tuhannya.


Demikian dan semoga bermanfaat.


Wallahu A'lam.

Bagikan Konten Melalui :