Kabar Terbaru

Tidur di Kasur Empuk

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Afwan Ustaz, saya ingin bertanya mengenai satu hadis yang menceritakan betapa sederhananya kasur Rasulullah SAW. Saya pernah mendengar sepintas bahwa kasur beliau itu terbuat dari kulit berisikan sabut.

Saya sangat terharu dan merasa sangat malu sebagai umat beliau yang setiap hari tidur di atas kasur yang harganya di atas 6 juta. Ingin rasanya saya menangis dan berniat untuk tidur beralaskan tikar saja setiap hari dan untuk selamanya!

Yang menjadi pertanyaan saya, bolehkah saya melakukan hal demikian? Kakak saya melarang hal ini karena saya dianggap tidak mensyukuri nikmat Allah SWT.

Mohon bantu saya Pak Ustaz agar tidak salah dalam memahami dan menyikapi suatu hadis.

Terima kasih.

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Baik, hadis yang Anda singgung memang ada, seperti ini :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ فِرَاشُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَدَمٍ وَحَشْوُهُ مِنْ لِيفٍ

 “Dari Aisyah dia berkata; “Alas tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbuat dari kulit yang dalamnya terisi serabut.” (HR. Bukhari, Muslim. Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad).

Ya, begitulah Rasulullah, sangat bersahaja dan zuhud luar biasa.

Mau tahu yang lebih sederhana dari yang ini? Simak hadis berikut:

“Muhammad ibn Ali ibn Husen berkata: Seseorang bertanya kepada Aisyah: Seperti apa tempat tidur Rasulullah SAW di rumahmu? Beliau menjawab: Terbuat dari kulit yang dijejali sabut. Seseorang bertanya kepada Hafsah: Seperti apa tempat tidur Rasulullah SAW di rumahmu? Beliau menjawab: Kain mori yang kami lipat dua kali, hingga beliau tidur di atasnya. Suatu malam, saya melipatnya jadi empat lapis berharap agar lebih empuk. Namun saat terbangun beliau bertanya: Apa yang kalian sediakan untuk tempat tidurku tadi malam? Kami menjawab: Itu memang tempat tidurmu, hanya saja kami melipatnya empat agar lebih empuk. Rasulullah SAW bersabda: Kembalikanlah seperti semua, karena keempukannya telah menghalangiku untuk melaksanakan shalat malam. (HR. al-Tirmizi dalam kitab As-Syama’il).”

Mengapa Rasulullah SAW sengaja menggunakan kasur yang sangat sederhana? Jawabannya sudah jelas, agar mudah bangun untuk melaksanakan qiyamul lail. Beliau khawatir jika menggunakan kasur yang nyaman bisa menyebabkan beliau terlelap dan lalai shalat malam.

Salat Tahajud merupakan amalan wajib bagi beliau sedangkan umatnya sebatas sunnah muakkadah untuk umatnya.

Bukannya tidak boleh menggunakan kasur mahal. Walaupun menggunakan kasur mahal, Anda tetap bisa bangun untuk salat malam dan salat subuh kan? Jika takut terlelap, Anda bisa menggunakan alarm HP yang Anda letakkan di samping bantal Anda dengan pengaturan volume yang sangat keras.

Percuma juga jika Anda tidur beralaskan tikar saja namun kesiangan bangun untuk salat subuh.

Demikian.

Wallahu A’lam.

Tim Cordofa

 

Foto : Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *