Kabar Terbaru

Tanah Yang Dijanjikan Dan Bangsa Paling Unggul

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berkonsultasi, Pak Ustaz.

Belum lama saya sempat berbincang dengan kawan saya mengenai kondisi yang terjadi di Palestina. Saya sangat mengutuk keras tindakan pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina yang semakin menggila. Tetapi entah kenapa, kawan saya justru menyanggah perkataan saya dengan mengatakan begini:

“Gue juga kasihan sih sama Palestina. Tapi satu sisi gue juge maklum sih alasan Israel. Seharusnya rakyat Palestina baik-baikin Israel. Tanah Palestina sebenernya yang punya Israel, bukan mereka. Di Al-Qur’an sendiri yang mengatakan bahwa Allah menjajinjikan “tanah yang disucikan” bagi kaum Nabi Musa, Bani Israel.” Kalo lo engga percaya lo buka aja Surat Al-Maidah ayat 21, gue masih hafal kok terjemahnya kurang lebih begini:

“Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.”

Jadi kalo kita liat ayat ini, kan udah jelas bahwa palestina itu ya negeri Israel, negerinya kaum Nabi Musa yang disucikan oleh Allah.

Terus juga nih, Israel itu adalah bangsa yang memang Allah unggulkan di atas dunia ini. Jangankan Palestina, seluruh dunia harus mengakui bahwa Israel adalah bangsa yang paling diberikan keunggulan oleh Allah. Di Al-Qur’an juga ada kok ayatnya, coba Lo buka Al-Baqarah ayat 47:

“Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini.”

Makanya kalo gue bilang sih, Palestina ga harus ngelawan Israel. Harusnya ngalah aja. Kan Allah sendiri yang bilang begitu di Al-Qur’an.

Mendengar perkataan begitu, saya bingung, Pak Ustaz. Saya ga bisa balas omongannya karena dia bawa-bawa Al-Qur’an sedangkan saya awam.

Pertanyaan saya, apakah teman saya benar, Pak Ustaz? Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Untuk menjawab pertanyaan Anda, ada bebrapa poin pembahasan sebagai berikut:

  1. Apakah Bani Israil yang Allah kisahkan di dalam Al-Qur’an sama dengan Israel sekarang dalam hal ini Negara Israel ?
  2. Apakah tanah yang suci ( Al-Ardh Al-Muqaddasah) yang dikisahkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 21 tersebut masih berlaku untuk Israel sekarang?
  3. Apakah makna ayat 47 Surat Al-Baqarah bahwa Bani Israil Allah beri keutamaan sama dengan Israel sekarang?

Baik, sekarang kita bahasa per poin agar mudah dipahami.

Apakah Bani Israil dalam Al-Qur’an sama dengan Negara Israel sekarang?

Yang dimaksud bani Israil dalam perspektif Al-Qur’an adalah anak keturunan Israil. Israil adalah nama lain dari Nabi Ya’qub AS sebagaimana dalam Q.S. Al-Imran: 93 berikut:

كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوْرَىٰةُ قُلْ فَأْتُوا۟ بِٱلتَّوْرَىٰةِ فَٱتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ﴿٩٣﴾

Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), “Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Yang dimaksud Israil dalam ayat tersebut adalah Nabi Ya’qub. Bisa kita Simak Tafsir Jalalain sebagai berikut:

ونزل لما قال اليهود إنك تزعم أنك على ملة إبراهيم وكان لا يأكل لحوم الإبل وألبانها : [ كلُّ الطعام كان حِلاً ] حلالاً [ لبني إسرائيل إلا ما حرَّم إسرائيل ] يعقوب [ على نفسه ] وهو الإبل لما حصل له عرق النسا بالفتح والقصر فنذر إن شفي لا يأكلها فحُرِّم عليه [ من قبل أن تنزل التوراة ] وذلك بعد إبراهيم ولم تكن على عهده حراما كما زعموا [ قل ] لهم [ فأتوا بالتوراة فاتلوها ] ليتبين صدق قولكم [ إن كنتم صادقين ] فيه فبهتوا ولم يأتوا بها.

Ayat ini turun ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Rasulullah SAW : “Engkau menyangka bahwa Engkau mengikuti ajaran Ibrahim, padahal Ibrahim tidak memakan daging unta dan susunya. Maka turunlah ayat ini:
(Semua makanan halal bagi Bani Israel kecuali makanan yang diharamkan oleh Israel) atau Yakub (atas dirinya) yaitu unta yang ditimpa penyakit pada urat nadinya. Ia bernazar jika hewan itu sembuh tidak akan dimakannya, maka haramlah hukumnya bagi mereka (sebelum Taurat diturunkan) hal ini terjadi sesudah Ibrahim sedangkan pada masanya sendiri tidaklah haram sebagaimana yang telah diakuinya. (Katakanlah) kepada mereka (“Ambillah Taurat lalu bacalah) agar nyata benar atau tidaknya ucapanmu itu (jika kamu orang-orang yang benar”) dalam masalah tersebut. Mendengar itu mereka pun kebingungan dan tak pernah mengemukakan Taurat.  (Tafsir Al-Jalalain, Maktabah Al Iman Al Mansurah, Kairo: t.t. hal. 81).

Jadi Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub. Singkatnya di dalam Al-Qur’an, khitabnya adalah keturunan Nabi Ya’qub yang beriman kpada Allah SWT. Adapun Yahudi adalah keturnan Nabi Ya’qub yang menyimpang dan mengubah isi Taurat sekehendak mereka.

Lalu bagaimana dengan Negara Israel sekarang? Negara Israel beridiri tahun 1949 dan orang-orang Yahudi yang bercokol di negara tersebut didatangkan dari segala penjuru dunia yang tentunya sudah tidak bisa disamakan denagn Bani Israil dalam kontek Al-Qur’an. Singkatnya Bani Israil yang dimaksud dalam Al-Qur’an jelaslah tidak sama dengan Israel sekarang, terlebih sekarang ini disebut dengan Zionis Israel yang jelas-jelas barbar.

Apakah tanah yang suci ( Al-Ardh Al-Muqaddasah) yang dikisahkan dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 21 tersebut masih berlaku untuk Israel sekarang?

Dengan terjawabnya poin satu bahwa Bani Israil dalam Al-Qur’an tidak sama dengan Zionis Israil, sudah barang tentu ayat 21 Surat Al-Maidah tersebut khitabnya kepada kaum Nabi Musa pada saat itu. Makna ayat ini tidak berlaku untuk Zionis Israel. Mereka sengaja bawa-bawa ayat ini  sebagai propaganda agar umat Islam memberikan legitimasi dalam menduduki Palestina.

 Apakah makna ayat 47 Surat Al-Baqarah bahwa Bani Israil Allah beri keutamaan sama dengan Israel sekarang?

Ini juga sama, tidak bisa disamakan dengan Israel sekarang. Ayat ini hanya menceritakan bahwa Bani Israil sebagai kaum Musa AS diberikan keutamaan oleh Allah agar tidak merasa hina dihadapan musuh-musuh mereka yang berupaya menyerang dan menghilangkan agama Allah.

Dengan demikian, jangan sampai kita tertipu dengan propaganda yang dilakukan oleh Israel dan menyetujui tindakan mereka.

Wallahu A’lam.
Foto : Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *