Kabar Terbaru

Tadabbur Q.S. Al-Fil

Muqaddimah

Golongan       : Makkiyah

Urutan            : 105

Jumlah ayat   : 5

Jumlah kata   : 23

Jumlah huruf : 96[1]

Melalui surat ini, Allah SWT mengisahkan kepada Rasulullah dan umat manusia bagaimana Allah melindungi rumah-Nya dari upaya penyerangan yang dilakukan oleh Ashab Al-Fill (pasukan gajah) yang dipimpin oleh Abrahah.

Salah satu hikmah yang dapat dipetik diantaranya adalah betapa besarnya pertolongan Allah kepada penduduk Makkah yang saat itu begitu takut dengan ancaman Abrahah. Melalui surat ini, setidaknya kita menyadari bahwa siapa saja yang mencoba menghancurkan Ka’bah tentu tidak akan pernah mampu bahkan akan mengalami kehancuran seperti hancurnya Abrahah dan antek-anteknya.

Dan satu lagi, surat ini sangat indah dari segi balaghah. Tiada yang sanggup menceritakan peristiwa yang sangat besar dengan sangat ringkas dan indah selain Allah SWT melalui Kalam- Kalam Suci-Nya. Perhatiakan dengan seksama, huruf lam ada di setiap akhir ayat!

Siapakah Abrahah dan apa motifnya nekad untuk menghancurkan Ka’bah?

Abrahah adalah penguasa Yaman di bawah kekuasaan Raja Najasyi, negeri Habsyah, Ethiopia sekarang. Dia beragama Nasrani dan dijuluki Al-Asyram (Si Robek). Dijuluki Si Robek karena hidung dan kening Abrahah pernah dipukul oleh ayahnya menggunakan tombak.[2]

Abrahah sangat tidak senang dengan Ka’bah yang selalu diziarahi oleh orang-orang dari segala penjuru. Abrahah Si Robek membangun gereja besar yang dinamakan Qulais dan mengabarkan hal itu melalui surat ke Raja Najasyi. Ia mengklaim bahwa Qulais merupakan gereja terbesar dan belum pernah tertandingi di dunia.[3] Ia membangun gereja terbesar tersebut dengan maksud menandingi Ka’bah dan berupaya keras agar orang-orang tidak lagi menziarahi Ka’bah dan beralih ke Qulais. Selain mempunyai tujuan busuk ini, Abrahah juga bermaksud mencari muka kepada Raja Najasyi. Yang Namanya “penjilat” memang sudah ada sejak zaman dulu, bahkan mungkin lebih lebay dari Si Robek ini! Apapaun dilakukan oleh para penjilat untuk menyenangkan tuannya. Penjilat itu seperti anjing yang suka menjilat tuannya, yang penting posisi aman, Bro!

Jika Q.S. Al-Humazah menceritakan kegagalan orang yang ingin menghentikan dakwah atau syiar Islam secara personal, maka surat setelahnya, Q.S. Al-Fil ini menceritakan tentang kegagalan suatu kaum untuk menghancurkan Ka’bah. Menghancurkan Ka’bah sama saja memusnahkan rumah Allah yang sudah pasti dijaga kemuliannya hingga yaumil qiyamah. Melalui dua surat ini, tentu kita mengerti bahwa siapa saja, baik personal maupun kelompok tidak akan mampu memusnahkan ajaran islam untuk selamanya. Jika memaksa, silakan saja mengalami kesamaan nasib seperti Umayyah Ibn Khalaf dan Abrahah CS.

 Tafsir:

 Q.S. Al-Fil: 1

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ ﴿١﴾

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?”

 Pertanyaan pada ayat ini bukanlah pertanyaan sesungguhnya. Bagaimana mungkin Allah Yang Maha Mengetahui bertanya kepada makhluk? Pertanyaan pada ayat ini menunjukkan makna “Lit-taqrir wat Ta’jib”. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kisah dalam Surat Al-Fil ini adalah nyata dan menakjubkan!

 Walaupun kisah ini disampaikan kepada Nabi, tapi maknanya adalah untuk umat manusia seluruhnya bahwa Allah pernah menghancurkan Pasukan Gajah karena berupaya menghancurkan rumah-Nya. Artinya, siapapun orang yang hidup di planet ini, harus mengetahui sejarah nyata ini agar tidak mencoba mengganggu apalagi berupaya menghancurkan agama Allah SWT!

 Ayat 2:

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾

“Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?”

Ketahuilah wahai Rasulku, Muhammad, bagaimana Aku menjadikan usaha keras mereka menghancurkan rumah-Ku itu sia-sia belaka?

Bukankah Abrahah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghancurkan Ka’bah? Entah berapa gajah terlatih yang ia siapkan dengan biaya yang sangat mahal itu? Segala kesombingan yang melekat pada diri Abrahah dan biaya mahal yang ia keluarkan hanya menjadi sejarah memalukan saja baginya! Namanya dikenang sepanjang zaman sebagai pecundang yang hina dihadapan umat Islam dan dunia!

 Ayat 3:

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong.”

Al-Imam Jalaluddin Al-Mahali dalam tafsirnya (Tafsir Al-Jalalain) menyebutkan bahwa Thairan Ababil adalah burung-burung yang Allah datangkan secara berbondong-bondong. Sedangkan kata Ababil itu sendiri menurut sebgian pendapat tidak mempunyai bentuk mufrad (tunggal), lengkapnya sebagai berikut:

وارسل عليهم طيرا ابابيل (جماعات جماعات قيل لا واحد له كأساطير وقيل واحدة أبول او إبيل كعجول و مفتاح وسكّين

 Allah SWT mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong (yang bergelombang secara berturut-turut). Menurut suatu pendapat bahwasanya ababil ini tidak ada bentuk mufradnya, sama halnya dengan lafadz assahaatir. Menurut pendapat yang lain, bahwasanya bentuk tunggalnya abuul atau ibaal atau ibbiil yang wazanya serupa dengan ajuulmiftah, dan sikkiin.

Jika mengikuti penafsiran ini, kemungkinan Ababil bukanlah nama burung seperti Hud-hud, merpati, kutilang atau walet. Ababil adalah burung-burung yang didadatngkan oleh Allah dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka datang berbondong-bondong dan berpencar untuk menghancurkan Abrahah dan pasukan gajahnya itu!

 Ayat 4:

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾

“Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.”

Burung-burung Ababil itu melempari mereka dengan batu panas. Sebagian ulama menafsirkan bahwa batu panas itu berasal dari neraka Jahanam. Masing-masing burung membawa 3 buah batu. Satu di paruh dan dan lainnya cengkraman kakinya.

 Ayat 5:

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ ﴿٥﴾

“Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Kita tentu pernah melihat daun-daun yang di dimakan ulat bukan? Bisa dibayangkan jika tubuh mereka terbakar! Saking kerasnya adzab yang Allah timpakan kepada mereka, hancurnya tubuh mereka laksana daun-daun yang hancur dimakan ulat!

Renungkanlah surat ini dengan baik! Surat ini tergolong surat pendek yang sangat menakjubkan. Hanya dengan lima ayat singkat dan indah ini, surat ini menggambarkan sejarah kelam dan menakutkan terutama bagi penduduk Makkah ketika

mendapatkan ancaman dari Si Bengis Abrahah.

Perhatikanlah setiap ujung ayat yang diakhiri denagn huruf Lam! Sekali lagi, hanya dengan lima ayat singkat dan puitis ini, seluruh dunia mengetahui kehancuran Abrahah dan bagaimana Allah melindungi Ka’bah dari siapa saja yang mencoba menghancurkannya.

Wallahu A’lam.

Foto : Unsplash

Referensi:

  • Hasyiyah Ala Tafsir Al-Jalalain
  • Tafsir Al-Munir Syaikh Wahbeh Zuhaili
  •  Tafsir Ibn Katsir
  •  Al-Bayan Fii Add Ay Al-Qur’an
  •  Tarikh Ibn Khaldun

[1] Abu Amr Ad-Dani, Al-Bayan Fii Add Ay Al-Qur;an, (Kuwait: Markaz Al-Mkhtuthaht Wa At-Turats Wa Al-Watsa’iq, 1414 H), hlm. 289.

[2] Ahmad Ibn Muhammad As-Shawi Al-Maliki, Hasyiyah Ala Tafsir Al-Jalalain, (Beirut: Dar Al-Jil, t.t.) Juz 4, hlm. 333.

[3] Lihat Tarikh Ibn Khaldun, (Beirut: Dar Al-Fikr, 1342 H), JUz 2, hlm. 71.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *