Kabar Terbaru

Menikah dengan Saudara Sepupu, Bolehkah?

Menikah dengan Saudara Sepupu, Menikah dengan Sepupu, menikahi saudara sepupu

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum, Ustadz/ah pengasuh kolom konsultasi yang terhormat. Izinkan saya menyampaikan pertanyaan yang saya anggap sangat penting bagi saya. Saya wanita muslimah usia 28 tahun dan berencana menikah.

Sudah kurang lebih satu tahun ini secara diam-diam saya menjalankan hubungan asmara dengan sorang pria yang juga adik sepupu saya (ibunya adalah adik kandung ayah saya), berusia 26 tahun. Seminggu yang lalu saya mengutarakan keinginan saya untuk menikah dengan kekasih saya tersebut kepada ayah saya. Namun saya sangat kecewa sekali bahwa ayah saya sangat menentang keras karena kami adalah saudara sepupu, apalagi posisi saya adalah kakak sepupu, bukan adik sepupu (secara ibunya adalah adik ayah saya).

Begitupun dengan kekasih saya, ternyata orang tuanya juga tidak setuju jika kami menikah.

Sepengetahuan saya, Islam tidak melarang jika saudara sepupu menikah. Saya sudah sampaikan hal tersebut kepada orang tua saya tapi tetap saja beliau bersikeras melarang.

Yang menjadi pertanyaan saya, bolehkah saya tetap berusaha keras agar kedua orang tua kami setuju nantinya untuk menikahkan kami ?

Demikian pertanyaan saya dan saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Jawaban :

Tinjauan Ayat Pernikahan

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Betul sekali, Islam tidak melarang pernikahan antar saudara sepupu. Dan pada kenyataannya, tidak sedikit umat Islam yang melangsungkan pernikahan tersebut. Sebagai tambahan wawasan, berikut daftar mahram (orang yang haram kita nikahi baik berdasarkan hubungan darah, persusuan maupun karena pernikahan) sesuai tekstual ayat 23 Q.S. An-Nisa ayat 23 :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَٰتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَٰتُكُمْ وَعَمَّٰتُكُمْ وَخَٰلَٰتُكُمْ وَبَنَاتُ ٱلْأَخِ وَبَنَاتُ ٱلْأُخْتِ وَأُمَّهَٰتُكُمُ ٱلَّٰتِىٓ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَٰتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَٰعَةِ وَأُمَّهَٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَٰٓئِبُكُمُ ٱلَّٰتِى فِى حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ ٱلَّٰتِى دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُوا۟ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَٰٓئِلُ أَبْنَآئِكُمُ ٱلَّذِينَ مِنْ أَصْلَٰبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُوا۟ بَيْنَ ٱلْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Jika diperjelas kembali sebagai berikut :

  1. Ibu kandung (juga ayah kandung)
  2. Anak kandung
  3. Saudara kandung (termasuk saudara seayah atau seibu)
  4. Bibi atau paman (saudara kandung ayah ataupun saudara kandung dari ibu)
  5. Kemenakan
  6. Ibu susuan
  7. Saudara satu susuan
  8. Mertua (baik masih berstatus mertua atau juga mantan mertua)
  9. Anak tiri (kecuali jika cerai dengan ibunya dan belum terjadi persetubuhan)
  10. Menantu (termasuk juga mantan menantu)
  11. Adik atau kakak kandung istri yang belum diceraikan.

Penjelasan Hukum Menikah dengan Saudara Sepupu

Jika diperhatikan, benar sekali bahwa tidak ada larangan menikah dengan saudara sepupu.

Karena ayah kandung mempunyai hak kewalian, maka pertimbangan untuk menyetujui atau menolak pernikahan anak perempuannya bukan hanya dari sisi agama saja. Bisa jadi yang menjadi kekhawatiran sang ayah adalah apabila suatu saat terjadi cekcok suami istri terlebih sampai terjadi perceraian. Hal tersebut bisa merusak persaudaraan antara adik dan kakak kandung yang juga berstatus sebagai besan. Begitu juga dengan mertua yang juga berstatus sebagi paman atau bibi dari kedua belah pihak.

Begitulah kemungkinan yang menjadi alasan mendasar ayah Anda tidak meyetujui permohonan Anda.

Objektifnya, pernikahan sepupu bisa berpeluang :

  1. Lebih mempererat hubungan kekerabatan kedua belah pihak, jika memang tidak pernah terjadi cekcok selama pernikahan.
  2. Bisa memperkeruh atau juga perpecahan antar kerabat jika nantinya terjadi cekcok besar bahkan sampai terjadi perceraian.

Wallahu A’lam.

Tim Cordofa

 

Foto: Unsplash

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *