Kabar Terbaru

Jangan Remehkan Pahala dan Dosa Sekecil Apapun

Kita sudah tahu bahwa dalam Islam itu ada surga dan neraka. Surga adalah balasan penuh kenikmatan bagi hamba Allah yang taat dan mendapatkan ridha Allah. Di dalam surga tidak ada kesengsaraan sekecil apapun. Jika bicara surga, tentu siapapun akan ingin menempatinya kelak, meskipun dia adalah orang yang paling berdosa di dunia ini.

Kebalikannya tentu neraka, tempat yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak? Penghuninya merasakan azab perdetik tiada henti. Jika di dunia orang bisa mati karena disiksa, dibakar, dipalu atau direbus, tentu tidak dengan neraka. Di neraka tidak ada kematian! Siksaan tidak akan pernah berhenti sedetikpun untuk masa yang sangat panjang, bahkan kekal untuk orang kafir. Jika bicara neraka, pasti tidak seorang pun yang beringinan dengan sukarela memasukinya walaupun dia orang paling sakti di muka bumi ini. Hih, ngeri!

Firman Allah SWT:

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿٦﴾   فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ﴿٧﴾ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿٨﴾ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ ﴿٩﴾ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠﴾ نَارٌ حَامِيَةٌۢ ﴿١١﴾

(6). Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

(7). maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).

(8). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

(9). maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

(10). Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

(11). (Yaitu) api yang sangat panas.

(Q.S. Al-Qari’ah: 6-11).

Setelah kita mengetahui sedikit gambaran surga dan neraka, ternyata ada tempat khusus antara surga dan neraka. Tempat ini disebut dengan Al-A’raf. Firman Allah SWT:

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ وَنَادَوْا۟ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ ﴿٤٦﴾.

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A’rāf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, “Salāmun ‘alaikum” (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk).” (Q.S. Al-A’raf: 46).

Ya walaupun tidak sampai ke neraka, tapi tetap saja mengerikan. Tetap saja tidak nyaman dan jantung selalu berdebar karena Ashabul A’raf (penghuni Al-A’raf) diberi akses untuk melihat penghuni neraka. Walaupun tidak sampai merasakan panasnya api neraka, tapi tetap saja merinding! Sama halnya ketika kita melihat orang disiksa saat ini di depan mata kita! Allah menggambarkan hal ini dalam ayat selanjutnya:

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿٤٧﴾.

“Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.” (Q.S. Al-Araf: 47).

Lalu siapakah penghuni A’raf? Dari sekian banyak riwayat, dapat disimpulkan bahwa mereka adalah yang amal kebaikan dan keburukannya sama, fifty-fifty. Amal kebaikannya menghalanginya untuk dimasukkan ke neraka dan amal buruknya menghalanginya untuk dimasukkan ke surga. Lalu sampai berapa lama mereka ada di Al-A’raf? Wallahu A’lam, tentunya sampai Allah berkehendak memutuskannya.

Oleh karena itu, janganlah meremehkan kebaikan dan pahala sekecil apapun. Begitupun juga dengan keburukan dan dosa sekecil apapun. Walaupun selisih satu poin saja, hal itu bisa menentukan posisi hamba Allah, entah di surga atau di neraka. Dari sinilah kita bisa menyadari bahwa satu kebaikan walaupun sekecil biji sawi lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Wallahu A’lam.
Foto : Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *