
Tangerang Selatan – Menutup pekan pertama gelaran Sekolah Dai Pemberdaya
Batch 8, Dompet Dhuafa memberikan materi “Psikologi Dakwah” dan “Peran Cordofa di Kancah Internasional” pada Senin (7/11) di Wisma Syahida Inn, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hadir sebagai narasumber masing-masing materi adalah
Senior Officer Dakwah, Ustadz Ahmad Pranggono dan
Officer Dakwah Internasional Dompet Dhuafa Ustadz Totok Hadi. Di akhir sesi, para peserta melanjutkan dengan
Forum Group Discussion (FGD) yang difasilitasi tim panitia.
Ustadz AP, panggilan akrab dari Ustadz Ahmad Pranggono, mengenalkan
Creative Trauma Cleansing yang memiliki manfaat untuk meningkatkan keyakinan masa depan, mengembangkan kreativitas dan solusi, membangun kepercayaan diri, mencintai secara tulus, menerima kenyataan, dan meningkatkan produktivitas.
“
Master you emotion with CTC Creative Trauma Cleansing membersihkan trauma dan
phobia, ketakutan,
minder, suara-suara buruk, ‘cinta terlarang’, dan
pain killer. Caranya pakai
clean language, jadi dengan bahasa yang dia pakai, kejar lagi supaya dapat solusi dari
problem yang dia hadapi,” kata Ustadz AP.
[caption id="attachment_13314" align="aligncenter" width="640"]

Ustadz Ahmad Pranggono memberikan materi “Psikologi Dakwah” di Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa Batch 8 pada Senin (7/11) di Wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Cordofa)[/caption]
Mengenai peran Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) di kancah internasional, Ustadz Totok menjelasan tujuan pengiriman dai-dai handal dalam melaksanakan dakwah internasional Dompet Dhuafa ialah merespons tingginya semangat ibadah dan keinginan mempelajari Islam dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri, serta pertumbuhan mualaf yang semakin meningkat di luar negeri.
“Sejak tahun 2018, program dakwah internasional dilaksanakan dengan strategi yang berbeda yaitu jumlah negara intervensi program dikurangi, namun jumlah dai yang mengintervensi program di negara-negara strategis ditambah. Itu akan kemudian meluaskan kebermanfaatan, jadi tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Jadi satu bulan itu bukan kemudian kita targetkan berdiri bangunannya, tapi bagaimana mitra bisa terkoneksi dengan Dompet Dhuafa,” ucap Ustadz Totok.
Adapun alur program
Islamic Learning Center Dakwah Internasional Dompet Dhuafa terdiri dari Dai
Ambassador Ramadhan dengan salah satu targetnya untuk menguatkan
engagement mitra strategis,
Islamic Online Courses dengan tujuannya antara lain sebagai tindak lanjut program Dai
Ambassador baik pra maupun pasca ramadhan berupa layanan kajian virtual yang terkurikulum untuk mitra di negara-negara yang membutuhkan, dan terakhir
Islamic Learning Center di antaranya guna menjajaki kerjasama dengan mitra strategis.
Dompet Dhuafa menggelar Sekolah Dai Pemberdaya
Batch 8 di bawah Cordofa selama 30 hari di Wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan kombinasi materi di ruang kelas dan praktek di lapangan, 20 peserta terpilih dari berbagai daerah Aceh hingga Papua diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dakwah transformatif Dompet Dhuafa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan dakwah
rahmatan lil ‘alamin sesuai
core values Dompet Dhuafa.***
[caption id="attachment_13315" align="aligncenter" width="640"]

Ustadz Totok Hadi memberikan materi “Peran Cordofa di Kancah Internasional” di Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa Batch 8 pada Senin (7/11) di Wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Cordofa)[/caption]
Bagikan Konten Melalui :