Kabar Terbaru

Ibrahim AS, Haji dan Kurban

Setiap nabi dan rasul memiliki keutamaan masing-masing. Setiap nabi memiliki kisah perjalanan dakwah dengan segala problematikanya masing-masing. Kita wajib mengimani setiap nabi yang Allah utus dan mengambil suri tauladan melalui sejarah mereka. Firman Allah SWT:

 تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَٰتٍ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ وَلَٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ.

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah: 253).

Salah satu dari sekian nabi Alaihimussalam yang terkemuka adalah Ibrahim AS. Selain dijuluki Abul Anbiya (Bapak para nabi), beliau juga diberi gelar Khalilullah (kekasih Allah). Sejarah perjalanan hidup beliau sangat memukau dan sarat dengan hikmah. Tentu kita ingat bagaimana seorang Ibrahim muda harus berhadapan dengan seorang raja yang sangat zalim, Namrud la’natullah alaih.

Lulus dari ancaman mati dengan dibakar, ujian beliau tidak berhenti sampai di situ. Tentu kita masih ingat bagaimana seorang ayah seperti Ibrahim diuji oleh Allah melalui perintah menyembelih anak kesayangannya itu.

Sudahlah.. jika terus konsen dengan kisah bagaimana Ibrahim begitu tegarnya menghadapi ujian penyembelihan, ayah dan ibu manapun tidak sanggup untuk menahan tetesan air mata agar tidak keluar!

Melalui Ibrahim AS inilah kita mengenal kurban dan haji dalam agama kita. Selain beliau, tentu kita juga terkenang dengan seorang istri yang juga tidak kalah sabar dan tegar. Dialah Sarah, ibu dari seorang anak yang juga sangat sabar dan tegar, Nabi Ismail AS.

Andaikan salah satu dari anggota keluarga mulia itu menolak perintah Allah untuk mengurbankan Ismail, sampai kapanpun kita tidak mengenal syariat kurban. Andaikan seorang lelaki tua berusia 100 tahun itu bersama putranya tidak mau menjalankan perintah Allah untuk meninggikan pondasi Ka’bah lantas menyerukan manusia untuk berhaji, tentu tidak ada rukun Islam ke-5 yang selama ini kita hafal.

Andaikan tidak ada seorang ibu yang berlari mondar-mandir dari Shafa-Marwah karena panik luar biasa dan banjir mata karena mendapati anaknya yang kritis kehausan, maka sampai kapanpun kita tidak akan mengenal sa’i dan air zamzam.

Semua memang kehendak Allah agar kita berhaji dan berkurban. Namun demikian, sangatlah bijak apabila kita mengetahui sejarah memukau yang melibatkan keluarga mulia, Nabi Ibrahim, hajar dan Ismail AS.

Sangatlah pantas jika Nabi Ibrahim dan keluarga beliau selalu kita sebut dalam salawat, terutama ketika membaca tahiyat akhir.

Semoga seluruh keluarga muslimin khususnya di Indonesia mampu menjadi penerus keluarga Ibrahim, aamiin.
 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

 Wallahu A’lam.
Foto : Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *